Baturaja menawarkan saham pada Mei 201201/04/2013Rencana PT Semen Baturaja mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) makin mulus. Kamis (28/3), manajemen Semen Baturaja telah melakukan mini ekspose dengan BEI. Dari agenda tersebut kemudian terungkap emiten pelat merah ini akan menggunakan laporan keuangan Desember 2012 sebagai dasar valuasi.
• Semen Baturaja berencana akan menggelar penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) pada Mei 2013. Dan berharap bisa mencatatkan saham pada awal Juni 2013. Baturaja juga telah menunjuk tiga penjamin emisi yaitu, Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.
• Perusahaan semen yang berdomisili di Sumatera menargetkan bisa mengantongi dana segar dari IPO sebesar Rp 1,2 triliun. Manajemen mengatakan, maksimal akan melepas 35% saham seperti yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Harga jual saham perdana Baturaja bisa di Rp 300 per saham.
• Dana hasil IPO akan digunakan membiayai ekspansi Semen Baturaja. Rencananya, Baturaja menambah kapasitas produksi 1,85 juta ton per tahun. Proyek tersebut diharap bisa selesai pada kuartal IV tahun 2016. Total investasinya Rp 2,65 triliun. Selain berharap dari dana IPO, penambahan kapasitas menggunakan pinjaman bank dan kas internal.
• Saat ini posisi kas perseroan masih cukup besar yaitu Rp 1,5 triliun. Namun, menurut manajemen, perusahaan akan menggunakan kas selama periode proyek yaitu tiga tahun sebesar Rp 1 triliun. Tapi yang jelas, rasio pembiayaan pabrik baru ini paling besar dari ekuitas. Rasionya 70% modal dan 30% utang.
• Saat ini Baturaja juga tengah membangun cement mill dengan kapasitas produksi 750.000 ton per tahun. Nilai investasi pabrik ini mencapai Rp 350 miliar. Dana pembangunan diperoleh dari kas internal. Baturaja menargetkan, proyek ini akan kelar pada triwulan II tahun ini.
• Jika semua proyek pembangunan pabrik tersebut selesai, produksi semen Baturaja bisa menjadi 3,85 juta ton per tahun. Pasar perseroan paling besar masih di wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Jambi. Tambahan produksi baru ini menurut manajemen, juga masih untuk pasar di wilayah Sumatera. Sampai akhir 2012, pendapatan Baturaja tumbuh 4,28% menjadi Rp 1,09 triliun. Ini membuat laba usaha juga meningkat 19,54% menjadi Rp 367 miliar. Dan laba bersih naik 18,65% menjadi Rp 299 miliar.
Source: Kontan
News
News
..................................................................................
..................................................................................
Wed Nov 25 2020 08:21 PM
Copyright © 2014 PT Bumiputera Sekuritas All Rights Reserved
Best view Chrome and firefox
Visitor : 807240
Phone : 021-529-60155 (Hunting) | Hotline Online Trading : 021-522-4560
Jasa Pembuatan Website By IKT