Dilusi Besar, rights issue PKPK Terlambat18/03/2013Rencana PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Jumat (15/3), kembali gagal. RUPSLB itu sendiri akan meminta persetujuan rights issue PKPK senilai Rp 6,5 triliun.
• Ini adalah keenam kalinya agenda RUPSLB PKPK batal sejak pengumuman pertama kali pada 27 Desember 2012. RUPSLB PKPK batal digelar, lantaran izin rights issue belum PKPK peroleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
• Porsi kepemilikan saham publik PKPK memang cukup besar yaitu 41%. Pemegang saham PKPK yang lain adalah Soerjadi Soedarsono 28%, Fanny Listiawati 13%, treasury stock 10% dan Henry Satek 8%. Jika pemegang saham melaksanakan haknya dalam rencana rights issue ini, maka saham publik akan menjadi 46%, Soerjadi Soedarsono 31%, Fanny Listiawati 14% dan Henry Satek memiliki 9%.
• Tapi, jika seluruh pemegang saham lama tidak mengeksekusi haknya, maka 97% saham PKPK akan menjadi milik pembeli siaga rights issue yakni, Fundamental Resources Pte Ltd, dan 3% sisanya milik pemegang saham lain.
• PKPK berniat melepas saham baru sebanyak 26 miliar saham seharga Rp 250 per saham. Dari aksi tersebut, PKPK menargetkan dana jumbo yakni Rp 6,5 triliun. Dari hasil rights issue tersebut, rencananya sebanyak 77,85% dialokasikan untuk mengakuisisi 100% saham Ridgetop Holding Venture Ltd milik RITS Ventures Limited. RITS secara tidak langsung memiliki 66,5% perusahan tambang, PT Indowana Bara Coal. Indowana memiliki 90% saham atas konsesi lahan batubara di Kutai Barat, Kalimantan Timur seluas 5.000 hektar dengan kandungan batubara 447,79 juta ton.
Source: Kontan
News
News
..................................................................................
..................................................................................
Fri Oct 30 2020 11:15 PM
Copyright © 2014 PT Bumiputera Sekuritas All Rights Reserved
Best view Chrome and firefox
Visitor : 806028
Phone : 021-529-60155 (Hunting) | Hotline Online Trading : 021-522-4560
Jasa Pembuatan Website By IKT