Kekhawatiran "Jurang Fiskal" Mereda, Wall Street Naik 3%03/01/2013VIVAnews - Indeks-indeks di pasar saham New York (Wall Street) melonjak lebih dari dua persen pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari tadi. Penguatan ini terjadi setelah DPR (Kongres) menyetujui rencana pemerintah untuk menghindari "Jurang Fiskal" (fiscal cliff), dengan mengenakan pajak yang tinggi kepada kaum kaya Amerika.

Indeks Dow Jones Industrial Average seperti dikutip dari laman Washington Post, Kamis 3 Januari 2013, ditutup naik 2,35 persen. Sedangkan indeks Standard & Poor"s 500 berakhir menguat 2,54 persen dan Nasdaq Composite Index naik 3,07 persen.

Seperti diketahui, DPR AS akhirnya menyetujui undang-undang baru untuk menyelamatkan negeri mereka dari Fiscal Cliff. Langkah ini bisa mencegah mayoritas warga AS menderita kenaikan pajak besar-besaran dan pemangkasan anggaran pemerintah secara drastis yang bisa membuat Negeri Paman Sam kembali menderita resesi.

Menurut kantor berita Reuters, persetujuan DPR itu melalui pemungutan suara dalam sidang khusus yang berlangsung alot hingga jelang tengah malam waktu Washington DC atau Rabu siang WIB. Sebanyak 257 anggota mendukung, 167 menolak. Sebelumnya, melalui pemungutan suara pula, Senat sudah menyetujui langkah-langkah pemerintah untuk mencegah Jurang Fiskal.

Dalam kompromi yang berlangsung sangat alot itu, mayoritas anggota DPR menyepakati apa yang telah dicapai Senat mengenai kenaikan pajak bagi kaum kaya.

Menurut stasiun berita BBC, pemerintah akan memperpanjang pemotongan pajak (tax cut) bagi mereka yang berpenghasilan US$400.000 ke bawah per tahun. Jumlah ini lebih besar dari yang dikehendaki Partai Demokrat, yaitu US$250.000 ke bawah per tahun.

Namun, akan ada kenaikan pajak warisan dari 35 persen menjadi 40 persen. Selain itu pajak investasi juga naik menjadi 20 persen.

Para anggota Kongres pun sepakat pemotongan anggaran pemerintah ditunda selama selama dua bulan, menunggu hasil perundingan berikut. Namun akan ada perpanjangan tunjangan pengangguran selama satu tahun, yang berdampak bagi sekitar dua juta orang.

Selain itu disepakati pula perpanjangan lima tahun atas pemberlakuan kredit pajak untuk membantu para keluarga miskin dan kelas menengah.

Kesepakatan-kesepakatan ini selanjutnya akan dibuat menjadi undang-undang dan segera ditandangani oleh Presiden Barack Obama

(sumber : vivanews)
News
News
..................................................................................
..................................................................................
Thu Oct 21 2021 06:06 AM
Copyright © 2014 PT Bumiputera Sekuritas All Rights Reserved
Best view Chrome and firefox
Visitor : 874928
Phone : 021-529-60155 (Hunting) | Hotline Online Trading : 021-522-4560
Jasa Pembuatan Website By IKT