Pefindo Beri Peringkat AA kepada BBNI06/03/2013PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat AA untuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan prospek stabil. Peringkat merefleksikan pentingnya posisi BNI bagi pemerintah, yang merupakan pemegang saham pengendali.
• Pefindo melihat BNI memiliki posisi pasar yang kuat di industri, meski ada penurunan pangsa pasar karena ketatnya kompetisi. Pangsa pasar BNI signifikan antara 7%-8% terhadap total aset, pinjaman kotor, dan dana pihak ketiga (DPK). BNI juga memiliki posisi bisnis yang kuat didukung jaringan cabang yang luas dan basis nasabah yang besar.
• Dengan perbaikan pada kualitas pinjaman, BNI diperkirakan mampu mencatat pertumbuhan pinjaman dan DPK yang stabil untuk mempertahankan pangsa pasarnya dalam jangka menengah. BNI juga dinilai memiliki profil likuiditas yang kuat. Bank dapat mempertahankan aset lancar dibanding rasio pendanaan jangka pendek di level 46,1% pada kuartal III 2012, turun dari 50,6% pada 2011.
• Likuiditas perseroan lebih dari cukup untuk menutupi kebutuhan likuiditas. Apalagi, sebagian besar aset lancar perseroan ditempatkan pada instrumen obligasi pemerintah yang berisiko rendah. Pefindo yakin BNI mampu menjaga likuiditasnya meski melakukan ekspansi kredit.
• BNI juga dinilai memiliki posisi permodalan yang kuat, tercermin dalam rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 17,1% pada kuartal III 2012, turun tipis dari 17,6% pada akhir 2011. Dengan CAR sebesar itu, permodalan bank dinilai cukup untuk mendukung pertumbuhan kredit dan menyerap potensi kerugian yang mungkin timbul dalam waktu dekat.
• Terlepas dari kualitas aset yang bagus, NPL BNI relatif tinggi di level 3,3% pada kuartal III 2012, di atas rata-rata industri yang berada di level 2,1%. Penyumbang terbesar NPL adalah segmen usaha kecil dan menengah yang masing-masing menyumbang 18% dan 17,7% dari total NPL dengan rasio NPL masing-masing 5,3% dan 6,1%.
• Tingginya NPL di segmen tersebut merupakan sisa dari debitur yang terkena dampak krisis ekonomi beberapa tahun lalu. BNI telah berupaya meningkatkan upaya penagihan, meningkatkan pemantauan, dan lebih selektif dalam penyaluran untuk meningkatkan kualitas kredit.
• Prospek BNI stabil dan bisa ditingkatkan jika ada bukti dukungan yang lebih kuat dari pemerintah. Peringkat juga dipertimbangkan untuk naik, jika terjadi perbaikan yang signifikan dalam posisi pasar, yang berarti menaikkan tingkat kepentingan BNI terhadap sistem perbankan. Sebaliknya, peringkat BNI bisa diturunkan, jika terjadi pengurangan dukungan yang substansial dari pemegang saham pengendali.
Source: Indonesia Finance Today
News
News
..................................................................................
..................................................................................
Fri Oct 23 2020 10:13 AM
Copyright © 2014 PT Bumiputera Sekuritas All Rights Reserved
Best view Chrome and firefox
Visitor : 804040
Phone : 021-529-60155 (Hunting) | Hotline Online Trading : 021-522-4560
Jasa Pembuatan Website By IKT